Kentang Panggang (isi smoked beef, brokoli dan keju)

November 17th, 2007 by temancerita

I got this recipe from Fitri about a week ago.. (tapi baru sempat nyoba dipraktekin sekarang). Pas, di dapur kok ya ada kentang.. walopun… ya, walopun… keliatannya umur kentang itu udah dua mingguan! Hadoh.. bener2 nih.. rajin nyetok barang doang.. soal makenya mah nunggu kalau udah deket expired. Dasar pemalas.. :(

Bahan: kentang (sebanyak suka, saya pake kentang Tess 4 biji), olive oil buat ngoles kentang (boleh juga pake minyak sayur biasa atau pake butter), garam (saya pake Refina).

Bahan isi: boleh sesukanya (saya pake smoked beef, brokoli dan keju parut).

Disikati_1

First of all, cuci bersih kulit kentang yang akan diolah karena nanti akan ikut dimakan juga. Kemudian tiriskan. Oya, boleh dinyalakan dulu ovennya.

Ditusuki

Tusuk2 pake garpu semua sisi kentang. Gayanya terserah aja..

Minyaki

Olesi dengan olive oil hingga merata. Kalau Fitri kayaknya ngoles pake kuas. Berhubung saya pemalas dan males kalau musti nyuci2 kuas yang belepotan minyak, yah udah tuang aja kira2 satu sendok makan olive oil ke kentang yang udah dijajar di mangkuk panggangan (atau pake loyang).

Ratakan

Guling2kan kentang pake garpu hingga semua sisi rata terolesi minyak..

Garami
Taburi sedikit garam trus guling2kan kayak tadi agar semua sisi rata kena garam.. Ingat garamnya sedikit aja yang penting rata. Kalau sampai kebanyakan tar asin banget nggak bisa dimakan kan sayang.. Nah kalau garamnya pas tar kulit kentangnya terasa renyah2 gurih gitu..

Next, masukkan ke oven yang kira2 sudah panas 160 derajat Celcius. Boleh aja kentangnya dibalik setelah 30 atau 40 menit kemudian. Jangan takut gosong.. Tenang.. Matengnya masih lama, kok.

Nah kalau udah satu jam (atau lebih) manggangnya, coba di tes mateng apa belum. Boleh ditusuk pake garpu ngetesnya. Hati2 yah, panas! Kalau terasa ditengahnya udah empuk berarti udah mateng.

Matengpot

This is it.. kulitnya coklat keemasan, kelihatan crisp, dan tengahnya empuk. Kalau dirasa kurang empuk ya dipanggang lagi sampai sesuai keinginan..

Sampai disini kentangnya udah enak untuk langsung dipotong2 dan dimakan selagi hangat. Atau kalau mau dikasih isi, ya lebih enak lagi.. Isiannya bisa macem2 tergantung selera.

Isipot

Potong2 brokoli dan smoked beef, serta parut keju sebelum kentangnya diangkat.

Tumis

Panaskan minyak atau butter sampai benar2 panas, masukkan smoked beef, tunggu berubah warna lalu masukkan brokoli. Aduk2 sebentar. Matikan kompor.

Kejui

Taburkan sedikit keju parut di atas tumisan, tidak usah diaduk. Biarkan kejunya meleleh karena panas dari penggorengan.

Jadipot

Belah kentang panggang menjadi 2 atau 4 bagian tapi jangan putus. Isikan tumisan. Tambahkan keju parut kalau suka..

Yummm… i would say, it’s really worth the effort! ;)

Thanks a lot for the recipe, Fitri..

Baby, Kaldu Ayam

November 14th, 2007 by temancerita

I have one little trick to add some nutritional value into miss A’s meal. Well it’s widely known, actually. Kaldu ayam. Saya suka mencampurkan kaldu ayam ke dalam menu nasi miss A. Consider she has one meal (or two, if I’m lucky) of rice in a day, then at least one or two tablespoon of kaldu ayam berhasil masuk ke perutnya.. ;) Yah, walaupun harus diencerkan gitu.. sebab kalau sedikiiit aja thick, dia jadi nggak mau makan! Duh..

 

So here’s how I make kaldu ayam (kampung) for her.

NOTE: penekanan pada kata ayam kampung, sebab saya membuat kaldu ayam kampung caranya berbeda dengan ayam broiler. I’ll see about that some other time.

Bahankaldu

Bahan: 1 ekor ayam kampung, 1 wortel sedang, 1 onion (boleh juga pake garlic, tapi pas bikin ini lagi kehabisan), 2 or 3 batang seledri. Semua bahan dicuci bersih, dipotong2 sedang.

Taruhpanci

Masukkan ayam ke dalam panci beserta sayuran yang telah dipotong2.

Beriair

Beri air sampai 3/4 panci. Panaskan dengan api besar atau sedang tanpa tutup (atau kalau perlu ditutup, agak dibuka sedikit). At this time saya mencuci piring. Mmmmm… sebentar saja bau wangi kaldu ayam tercium seantero rumah!

Setelah mendidih, api dikecilkan. Biarkan airnya menyusut. Sementara, saya tinggal shalat ‘Isya dulu.

NOTE: Kalau yang dipakai ayam broiler, dan langsung direbus begitu aja seperti cara ayam kampung, maka pada tahap ini ada busa2 gitu yang mengambang di bagian atas. Dibuang aja. Lebih bagus kalau sebelum diolah seperti ini, ayam broiler direbus dan cuci dulu. We’ll talk about that later.

Satujam

Ooops.. saya ketiduran sebentar karena nenenin miss A.. Here’s panci saya setelah satu jam. *Atau satu setengah jam, ya? Yah kira2, lah..*
Notice airnya sudah berkurang banyak sekali. So I decided that it’s enough.

Ambil potongan2 ayam dari dalam panci. Pakai jepitan, yah. Panas soalnya…

 

Dipisahkan

Then ayamnya tadi saya bagi tiga. Dagingnya buat miss A,
kulitnya buat saya (oh, ya, saya sukaaaa sekali kulit ayam. ahem. enak
loh..), dan tulang2nya buat dicampurkan lagi ke air kaldu.

Tulang

See? Tulang2nya dicemplungkan lagi ke air kaldu! Supaya? Mmmm.. supaya
kaldunya lebih enak lagi! Lebih kental! Lebih beraroma ayam! ….!
(insert your own reason here).

Cicipi

Cicipi. Saya kasih 3/4 sendok teh garam. Ingat, karena ini kaldu buat bayi jadi nggak usah dikasih merica dan lain2nya. Cukup garam saja. Atau tidak usah dikasih  bumbu apa2 kalau tidak suka.

That’s it.

 

Tunggu sebentar lagi…

Sebentar lagi…

Oahemmm… saya sudah mengantuk berat rupanya. Yah sudah, matikan kompor.

 

Disaring

Pisahkan air kaldu dengan sayuran dan tulang2 ayam…

 

Sudahsaring

Mmmm.. mmmm… mmmmhhh… Ngiler dah, pengen nyruput.. sluurpp..
Eh, eh, oke. Enggak ding. Yah, udah. Tunggu agak dingin sebentar. Atau kalau saya: panci ditutup, ditinggal tidur. Pas miss A bangun tengah malam minta nenen (lagi), udahnya saya ke dapur, mindahin air kaldu yang udah nggak panas ke dalam kulkas.

Lemak

THIS is yang akan kita temui besok paginya. Lemak (ugghh) terpisah di bagian atas. Disendokin aja itu lemaknya. Dibuang. (Atau, mau diapain juga boleh..).

Dipanaskan

Last. Panaskan air kaldu yang sudah bebas lemak tersebut, kemudian dinginkan suhu ruang sebelum disimpan ke dalam  air tight container, plastik, jar, ice cube (atau mau disimpan dimana terserah aja) for further use..

Aih, kompor saya kotor benar… kabur ahhhh.. :p

Homemade, Sate Ayam

November 9th, 2007 by temancerita

Masa sebelum akrab dengan dunia dapur, saya tergolong orang yang males masak (dasarnya memang nggak bisa masak, ding.. :p). Boro2 kepikiran mau membuat sate ayam sendiri. Enakan juga beli.. biasanya di gerobak sate Madura jl. AM Sangaji, dekat kos2an di Jogja.

Mulai timbul keinginan untuk mencoba membuat sate ayam setelah baca2 blog mbak Hany, yang mana liputan tentang sate khas-nya selalu berefek menerbitkan air liur dan perut tiba2 keroncongan. Halah.

Menurut pelajaran membuat sate khas mbak Hany, minyak ayam memegang peranan penting dalam kesuksesan produksi sate ayam. Minyak ayam dibuat dari kulit ayam yang disangrai sampai keluar minyaknya.

Cimg811901

1.5 cup minyak ayam, diperoleh dari menyangrai kira2 setengah kilo lebih kulit ayam. (FYI, Giant jual kulit ayam).

Untuk satenya saya coba pake fillet dada, dipotong2 bentuk dadu, lalu disunduki. Ternyata hasil yang diperoleh 50 tusuk. Saya bakar 30 tusuk, dan sisanya masuk freezer.

Cimg812201

Agar memudahkan saat mau dimasak, sate mentah dijajar dalam kantong plastik kalau bisa jangan melekat satu sama lain. Kebayang kan kalo nyimpannya diikat bergerombol, saat dikeluarkan dari freezer bakal rada repot memisah2kannya.

Cimg812501

Sate ayam buatan sendiri. Penampilannya belum menggugah selera sama sekali, hihi.. Oya, nyunduki sate ayam ada seninya supaya tampak rapi dan sedap dipandang mata. Lihat blog mbak Hany yah..

Baby Mixed Fruit

November 6th, 2007 by temancerita

When it comes to meals, little miss A mulai picky alias milih2 makanan yang saya buatkan. Not to mention bahwa dia tidak suka makanan instan, biskuit bayi, dan susu bubuk. Satu2nya makanan instan yang dia mau cuma Preda.

Lha kalau buah gimana? Suka. Miss A suka makan buah2an.

Mikir.. mikir.. oh dasar saya yang blo’on berat, baru di akhir usia miss A 10 bulan ini, kepikiran bikin siasat mencampur susu bubuk ke dalam porsi buahnya. Itu juga karena ditegur sama DSA. Katanya ASI saya nggak cukup buat miss A, tuh liat perbandingan beratnya agak sedikit kurang dengan tinggi badan. Trus saya disuruh ngasih miss A susu botol. *Mmmm… gak musti dituruti mentah2 khan,sarannya itu? Lha miss A enggak suka susu botol, gimana dong? Kalau dipaksa yang ada pasti muntah. Lagian ni anak emang lagi aktif2nya belajar jalan, padahal makannya milih2.. menurutku wajar kalo beratnya jadi agak enggak pas dengan kurva.*

Anyway, belakangan ini saya suka nyampur2 porsi buah miss A. Kalau biasanya cuma dua jenis buah dijus, sekarang apa yang ada dicampur jadi satu. Tidak diblender. *Lebih hemat listrik! :)*

Here’s what she have today.

Cimg817601_2

Bahan: 1 slice mangga arumanis, 1 slice pir hijau, 1 slice apel malang merah, 1 slice alpukat mentega, 1 buah jeruk baby (kemarin pisang + pir + pepaya + mangga + semangka + jeruk).

Cimg821501_3

Buah2ah dicuci air mentah lalu dibilas air mateng, dihaluskan secara manual. Saya pakai Pigeon Baby Food Maker. Gampang banget! Lebih gak repot dibanding kalau pakai blender bayi.

Cimg822801_2

Setelah buah2 yang lain diparut, ditambah jeruk peras, diaduk rata. Oya, memeras jeruknya jangan terlalu hot sampai kena ke kulitnya. Kesian bayi karena mixed fruitnya tar jadi pahit… *not that I didn’t make the mistake. :p*

Cimg824301_2

Setelah semuanya diaduk rata, I must not forget this little trick. Saya tambahkan satu sendok teh yoghurt anak2 dan 1 sdt susu bubuk (yap, mulai dari satu sendok teh dulu, supaya gak dimuntahkan sama miss A kalau ada bau2 susu & yoghurt gitu..).
And, that’s it! Semangkuk gini bisa untuk 2-3 kali serve. Berhubung bikinnya udah kesiangan (jam 12!), saya jadikan cemilan siang sama sore aja..

Cimg827501_1


Nah, satu jar kecil langsung habis dilahap miss A.

Siiip… Gak ketauan ada yoghurt & susu! Hihihi…