Baby, Kaldu Ayam

I have one little trick to add some nutritional value into miss A’s meal. Well it’s widely known, actually. Kaldu ayam. Saya suka mencampurkan kaldu ayam ke dalam menu nasi miss A. Consider she has one meal (or two, if I’m lucky) of rice in a day, then at least one or two tablespoon of kaldu ayam berhasil masuk ke perutnya.. ;) Yah, walaupun harus diencerkan gitu.. sebab kalau sedikiiit aja thick, dia jadi nggak mau makan! Duh..

 

So here’s how I make kaldu ayam (kampung) for her.

NOTE: penekanan pada kata ayam kampung, sebab saya membuat kaldu ayam kampung caranya berbeda dengan ayam broiler. I’ll see about that some other time.

Bahankaldu

Bahan: 1 ekor ayam kampung, 1 wortel sedang, 1 onion (boleh juga pake garlic, tapi pas bikin ini lagi kehabisan), 2 or 3 batang seledri. Semua bahan dicuci bersih, dipotong2 sedang.

Taruhpanci

Masukkan ayam ke dalam panci beserta sayuran yang telah dipotong2.

Beriair

Beri air sampai 3/4 panci. Panaskan dengan api besar atau sedang tanpa tutup (atau kalau perlu ditutup, agak dibuka sedikit). At this time saya mencuci piring. Mmmmm… sebentar saja bau wangi kaldu ayam tercium seantero rumah!

Setelah mendidih, api dikecilkan. Biarkan airnya menyusut. Sementara, saya tinggal shalat ‘Isya dulu.

NOTE: Kalau yang dipakai ayam broiler, dan langsung direbus begitu aja seperti cara ayam kampung, maka pada tahap ini ada busa2 gitu yang mengambang di bagian atas. Dibuang aja. Lebih bagus kalau sebelum diolah seperti ini, ayam broiler direbus dan cuci dulu. We’ll talk about that later.

Satujam

Ooops.. saya ketiduran sebentar karena nenenin miss A.. Here’s panci saya setelah satu jam. *Atau satu setengah jam, ya? Yah kira2, lah..*
Notice airnya sudah berkurang banyak sekali. So I decided that it’s enough.

Ambil potongan2 ayam dari dalam panci. Pakai jepitan, yah. Panas soalnya…

 

Dipisahkan

Then ayamnya tadi saya bagi tiga. Dagingnya buat miss A,
kulitnya buat saya (oh, ya, saya sukaaaa sekali kulit ayam. ahem. enak
loh..), dan tulang2nya buat dicampurkan lagi ke air kaldu.

Tulang

See? Tulang2nya dicemplungkan lagi ke air kaldu! Supaya? Mmmm.. supaya
kaldunya lebih enak lagi! Lebih kental! Lebih beraroma ayam! ….!
(insert your own reason here).

Cicipi

Cicipi. Saya kasih 3/4 sendok teh garam. Ingat, karena ini kaldu buat bayi jadi nggak usah dikasih merica dan lain2nya. Cukup garam saja. Atau tidak usah dikasih  bumbu apa2 kalau tidak suka.

That’s it.

 

Tunggu sebentar lagi…

Sebentar lagi…

Oahemmm… saya sudah mengantuk berat rupanya. Yah sudah, matikan kompor.

 

Disaring

Pisahkan air kaldu dengan sayuran dan tulang2 ayam…

 

Sudahsaring

Mmmm.. mmmm… mmmmhhh… Ngiler dah, pengen nyruput.. sluurpp..
Eh, eh, oke. Enggak ding. Yah, udah. Tunggu agak dingin sebentar. Atau kalau saya: panci ditutup, ditinggal tidur. Pas miss A bangun tengah malam minta nenen (lagi), udahnya saya ke dapur, mindahin air kaldu yang udah nggak panas ke dalam kulkas.

Lemak

THIS is yang akan kita temui besok paginya. Lemak (ugghh) terpisah di bagian atas. Disendokin aja itu lemaknya. Dibuang. (Atau, mau diapain juga boleh..).

Dipanaskan

Last. Panaskan air kaldu yang sudah bebas lemak tersebut, kemudian dinginkan suhu ruang sebelum disimpan ke dalam  air tight container, plastik, jar, ice cube (atau mau disimpan dimana terserah aja) for further use..

Aih, kompor saya kotor benar… kabur ahhhh.. :p

Leave a Reply